Persepsi

Pelajaran penting yang membuatku sadar bahwa orang akan mempunyai persepsi yang berbeda-beda meskipun sensasinya sama. Bisa dicontohkan dengan sikapku yang super cuek terhadap lingkungan sekitarku. Aku nyaman dengan sikap seperti itu. Dengan sikapku yuang seperti ini, aku tidak terlalu memikirkan hal-hal yang terjadi padaku khususnya hal yang menyakitkan hatiku, membuat kecewa, gagal, ddl, dengan sikapku itu aku tidak merasa terbebani. Dan aku yakin bahwa sikapku ini baik buatku dan orang lain akan menerima sikapku seperti ini. Aku teringat slogan “terimalah orang apa adanya” dan ini jadi prinsip bagiku bahwa aku harus bisa menerima orang lain apapun keadaannya, sikapnya, karakternya, whatever…demikian juga sebaliknya orang lain harus bisa menerima keadaanku yang seperti ini. Ternyata slogan itu tidak sepenuhnya benar. Kenyataan di lapangan bahwa ada sebagian orang yang bisa menerima sikapku, tidak sakit hati akan sikapku dan cuek juga lah dengan sikap cuekku. Tapi di sisi lain, ada yang sangat terganggu sekali dengan sikapku, yang tidak pernah care dengan teman, yang tidak pernah melihat keadaan, kebutuhan dan kepentingan teman dan tidak bisa memprediksi arti dari sikap/tingkah laku orang. Misalnya pulang bersama-sama dari kampus, setelah turun dari bus, aku masih asyik ngobrol dengan orang lain, padahal ada temen yang ingin segera pulang akhirnya ngambek karena menungguku terlalu lama. Padahal dibenakku bahwa kalaupun memang ada perlu, mendahului jalan gak apa2, gak perlu nunggu aku, tinggal bilang aja,,it Okay! Tok aku juga gak akan sakit hati kalau jalan sendiri.. Tapi berbalik kalau aku di posisi temenku yang mungkin dia terlalu care dengan orang, sehingga memendam rasa kesalnya demi menunggu aku dan akhirnya membuat dia sakit hati..itu sebenarnya juga sikap yang bagus, yang mungkin bisa aku pelajari dan diaplikasikan dalam hidupku, itu mungkin sikap yang diharapkan temenku seperti itu. Itulah sensasi dari sikap cuekku menghasilkan presepsi yang berbeda-beda tergantung dari indra, perhatian, ekspektasi, gerakan/stimulus, dll (he..he..gak nyambung ya) Tapi kejadian ini membuatku sadar bahwa tidak semua orang enjoy dengan sikap cuek ku. Dan dari situ aku belajar aku harus bisa menempatkan sikap cuek ku dengan posisi yang benar, orang yang benar dan situasi yang benar. Ya..intinya bisa beradaptasilah dengan apapun..selain itu juga bahwa setiap orang itu butuh diperhatikan tidak terkecuali aku, jadi kalau mau diperhatikan harus memperhatikan orang lain juga, kalau mau disayang, dicinta, dinomor-satukan,harus bisa melakukan hal yang sama terhadap orang lain..gitchu..bener gak seh??????

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: