Husband

Banyak sisi kehidupan kita yang sebenarnya memberi pelajaran berharga ( value lesson) bagi kita untuk ke depannya seandainya kita jeli melihat hal tersebut.

Aku punya pandangan bahwa seorang laki-laki yang kelak akan menjadi suamiku, adalah seseorang yang bertanggung jawab dan dapat menjadi pemimpin bagi aku dan keluargaku. Dan untuk mewujudkan hal itu, mereka harus bekerja keras di luar, mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluargaku, sedangkan aku sebagai pihak istri harus berada di rumah mengurus anak-anakku dan rumah tanggaku. Itulah pandangan sempitku mengenai posisi suami-istri dalam keluarga.

Ternyata pandanganku berputar 180 derajat, ketika aku melihat kehidupan keluarga temanku. Mereka begitu rukun dan punya rasa menghargai yang sangat tinggi meskipun posisi dan peranan sebagai suami istri berganti posisi. Istri yang bekerja di luar, mencari nafkah, sedangkan suami di rumah, mengurus anak, rumah tangga, memasak dan sambil wirausaha membuka warung di rumah. Tapi meskipun keadaanya begitu, sebagai istri, tetap menghormati, dan patuh terhadap suami sebagai pemimpin keluarga, sebaliknya sebagai suami, tetap tegas terhadap istri.

Fakta lain juga berbicara, yaitu masalah mendidik anak, meskipun pihak suami mempunyai andil besar dalam mendidik dan mengajari anak daripada istri, ternyata mampu menghasilkan dan mewujudkan anak yang pintar, patuh, sopan santun, mau membantu orang tua, dan berjiwa wirausaha. Tapi di lain sisi putra mereka tetap menghormati, menyayangi dan tetap dekat dengan ibu, karena di sela-sela kesibukannya masih tetap memperhatikan mereka meskipun tidak sesering ayahnya.

Putra mereka masih TK dan SD, tapi mereka bisa mandiri, bisa menyiapkan segala kebutuhan sendiri dan sekolah, mampu menyiapkan sarapan sendiri (membuat telur dadar & memasak mie), mampu membantu melayani pembeli, pergi sekolah sendiri, ramah dan santun terhadap tamu. Sungguh hasil didikan yang luar biasa bagiku.

Di sini aku berkesimpulan bahwa, sebagai suami-istri mempunyai tanggung jawab yang sama sebagai pemimpin keluarga, dan bisa memposisikan diri dengan baik, saling bekerja sama, menghargai, menghormati satu sama lain, akan mempertahankan maligai keluarga itu sendiri.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: