Logika

Macam-macam Istilah dalam Logika

Apakah yang kita ucapkan sudah sesuai dengan yang kita dan orang lain pikirkan?

Ketika kita mengungkan pendapat kita, kita harus benar-benar yakin dengan apa yang kita bicarakan. Ketika kita berbicara tentang partai politik, kita harus yakin bahwa kita betul-betul arti partai politik yang kita bicarakan, apakah hanya satu partai politik, apakah, sebagian atau semua partai politik yang ada. Hal ini sangat penting karena ada bermacam-macam istilah dalam ilmu logika..yang akan menegaskan arti apa yang kita bicarakan, yaitu diantaranya :

· Singular

· Universal

· Kolektif

· Partikular/ Partial

Suatu Istilah disebut dengan kata singular, jika arti itu hanya mengikat pada satu benda itu saja, khusus dan special.

Kata singular ini akan lebih mudah dikenali jika kita perhatikan dua ciri khususnya, ciri pertama adalah ‘nama yang unik’. Yaitu nama yang memberi identitas khusus terhadap suatu objek. Kita juga bisa menggunakan kata penunjuk ‘ini’ atau ‘itu’ untuk membedakan antara kata universal dan kata singular. Misalnya : orang itu, rumah itu, sungai ini, kursi ini. Kata : Orang, rumah, sungai dan kursi adalah kata universal, tapi akan berubah artinya jika dimasukkan kata penunjuk ‘ini’ dan ‘itu’. Kata penunjuk tersebut otomatis akan merubah arti suatu kata menjadi kata singular (khusus) .

Ciri khusus yang kedua adalah ciri yang menunjukkan nama yang diberikan kepada sesuatu dengan tujuan identifikasi. Masing-masing kata singular di sampaikan dengan tanda pengenal khusus terhadap objek yang bersangkutan.

kata universal adalah kebalikan dari kata singular.. Jika pada singular anggota yang diikat HANYA satu saja, maka kata universal mengikat keseluruhan anggota bawahannya tanpa batas.

Suatu kata mempunyai pengertian universal apabila ia mengikat seluruh bawahannya tanpa kecuali

Sekarang kita lihat istilah yang lainnya, yaitu kata partial. Suatu kata mempunyai  pengertian partial apabila ia mengikat banyak bawahannya, tetapi TIDAK semuanya.

Berikutnya adalah kata kolektif , suatu kata mempunyai pengertian kolektif apabila ia mengikat sesuatu yang mempunyai persamaan fungsi yang membentuk satu kesatuan,

Kata yang mempunyai pengertian kolektif adalah keseluruhan yang terikat, bukan individunya.

Contoh-contoh dari Singular, Universal, Particular, dan collective

No.

1.

Singular

Presiden RI saat ini adalah P. Susilo Bambang Yudoyono

“Joger” di Bali

Candi Borobudur

sungai “amazone”

Bapak Palang Merah Dunia

Rektor UI yang pertama

2.

Universal

Makanan

Minuman

Bunga

Transportasi

Pekerjaan

3.

Particular

Gado-gado, lontong sayur, ketoprak

Juice, kopi, teh, kopi, susu

Melati, kamboja, mawar, lili, tulip

Kereta api, bis, pesawat terbang, becak

Guru, pilot, polisi, hakim, pengacara

4.

Collective

populasi

komunitas

perkumpulan

group/team

kelompok

perserikatan

umat

masyarakat

pasukan

jamaah

rombongan

umat

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: