classical L.

LEARNING

Suatu perubahan perilaku yang relative permanent yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman yakni hubungan secara terus menerus dengan dunia di sekitar kita.

Proses belajar tanpa ada kemampuan untuk mengingat apa yang terjadi, belum disebut belajar. Suatu perubahan perilaku harus dapat menjadi dasar/bukti bagi kita untuk dapat mengatakan bahwa pembelajaran telah terjadi. Jadi dg kata lain berbagai perubahan kinerja yang terjadi karena kesakitan atau kelelahan, tidak menunjukkan bukti akan terjadinya pembelajaran.

Pembelajaran tidak dapat secara langsung diamati, tapi berdasarkan satu perubahan perilaku yg relatif permanen. Berdasarkan hal ini kita dapat menyatakan bahwa pembelajaran telah terjadi. Contoh proses belajar: cara berpakaian, makan, memasak,memakai sepatu, bersepeda,

Tidak semua perubahan tingkah laku terjadi karena proses belajar, proses ini disebabkan oleh genetic (maturation). Seperti: meningkatnya volume otak, berjalan, berbicara, dll

Teori tentang pembelajaran ada 3 yaitu:

· Classical Conditioning

· Operant Conditioning

· Observational Conditioning

Classical Conditioning

Learning by association

Teori ini ditemukan oleh Ivan Pavlon

Teori ini menjelaskan tingkah laku manusia yang merefleksi hal-hal yang bersifat ilmiah, yang tidak disengaja dan bersifat reflek. Disebabkan adanya Stimulus dan akan menghasilkan respon.Stimulus berupa benda, peristiwa atau pengalaman yang dapat memyebabkan respon

Elemen-elemen dalam Classical Conditioning

a. UCS: Merupakan stimulus yang menghasilkan suatu respons tanda adanya proses pembelajaran sebelumnya

b. UCR: Merupakan suatu respon yang tidak dipelajari yang secara otomatis dimunculkan oleh UCS

c. NS : Stimulus netral yang tidak memberikan respon

d. CS : Merupakan stimulus yang sebelumnya netral namun akhirnya mendatangkan respons yang terkondisi (UR) setelah diasosiasikan dengan UCS

e. CR : Merupakan repons yang dipelajari terhadap stimulus yang terkondisi yang timbul setelah pemasangan CS – UCS.

NS (kilat)                                 NR (tidak bereaksi)

NS (kilat) + UCS (petir)                                                  UCR (menutup telingga)

CS (kilat) CR ( tutup telinga)


Acquisition (Perolehan)

Classical conditioning merupakan periode pembelajaran hubungan stimulus-respons. Hal ini meliputi suatu stimulus netral yang diasosiasikan dengan UCS dan kemudian menjadi CS yang mendatangkan CR. Dua aspek acquisition yang penting adalah: timing (waktu) dan contingency/ predictability (kebetulan/ dapat diramalkan).

Syarat-syarat terjadinya Classical conditioning:

1. Terdapat pengulangan pemasangan CS-UCS

2. UCS lebih intensif/ lebih kuat

3. Rangkaian meliputi pemasangan maju (forward pairing), yaitu CS datang lebih dulu sebelum UCS

4. Interval waktu yang singkat antara CS dan UCS

Contoh Classical Conditioning:

a. Perut akan terasa tidak nyaman ketika mendengar mesin bor gigi.

b. Suara bel ice cream membuat air liur anak kecil keluar

c. Ada kilatan cahaya kita akan menutup telingga untuk menghindari suara petir.

d. Bersin ketika mencium bumbu yang sedang dimasak

e. Mual saat mencium makanan basi/ busuk,

f. Tubuh menggigil saat kedinginan,

g. Batuk saat kerongkongan terasa gatal

h. Menyempitnya pupil saat melihat cahaya yang menyilaukan.

i. Segera bangun ketika mendengar bel sekolah

j. Segera mingir ketika mendengar suara klakson

Generalisation

Yaitu suatu kecenderungan stimulus baru yang serupa dengan CS yang asli untuk membangkitkan suatu respons yang serupa dengan CR. Contoh:

1. Orang yang takut darah, akan takut juga dgn benda yang berwarna merah (saos)

2. Takut terhadap mesin bor gigi, akhirnya takut juga dgn suara yg sama seperti mesin penumbuk kopi.

3. Seseorang alergi thdp tikus, akhirnya dia akan bersin ketika melihat gambar tikus.

4. Anak yang takut terhadap suster, akan merasa takut pula ketika melihat orang yang memakai baju putih.

Discrimination

Yaitu proses belajar untuk merespon terhadap stimulus tertentu dan tidak berespon terhadap stimulus lainnya. Contoh:

1. Mampu membedakan suara bel penjual es cream dengan bel motor

2. Mengerti dalam menbedakan tanda tangan yang akan mendapatkan perdiem dengan tanda tangan absen

3. Mampu membedakan darah dengan benda-benda yang warna merah

Extinction (pemusnahan)

Yaitu suatu proses dimana CS dihadirkan berulang-ulang tanpa disertai UCS. Hal ini menyebabkan CR melemah dan pada akhirnya hilang/ punah. Setiap kehadiran CS tanpa UCS disebut extinction trial.

Contoh:

1. Ketika Pavlov secara berulang-ulang membunyikan bel tanpa disertai makanan, sang anjing pada akhirnya tidak berliur saat bel berbunyi

2. Ibu berulang-ulang memencet bel tanpa disertai breakfast, akhirnya anak-anak tidak senang saat bel dipencet.

Pemulihan Spontan (spontaneous recovery)

yaitu munculnya kembali CR yang sebelumnya telah punah setelah periode istirahat, dan tanpa adanya percobaan pembelajaran (learning trials) yang baru.

Contoh:

1. Seseorang yang pernah mengalami kecelakaan ,akan menarik diri untuk tidak mengendarai kendaraan untuk beberapa minggu.Akhirnya ia berani kembali

Phobia (baca: fobia)

Yaitu ketakutan yang irasional.

Experimen “little Albert” membuktikan bahwa ketakutan bisa dikondisikan

Contoh:

1. Seorang bayi yang bermain dengan marmot, dibunyikan suara keras, yang menjadikannya takut, kejadian tersebut dilakukan berulang, akhirnya bayi takut terhadap marmot, meskipun tidak ada suara keras, akhirnya digeneralisasikan trhdp kucing, tikus, kelinci,dll.

Counter Conditioning

Yaitu prosedur classical conditioning yang dilakukan untuk melemahkan  suatu CR dengan mengasosiasikannya dengan stimulus yang menimbulkan rasa takut (fear-provoking stimulus) dengan suatu respons baru yang bertentangan dengan rasa takut tersebut.

Contoh:

1. Mary Cover Jones berhasil menghilangkan rasa takut pada anak laki-laki berusia 3 tahun, Peter. Peter  takut terhadap tikut putih, jaket kulit, katak, ikan, dan mainan mekanik. Untuk menghilangkan rasa takut ini, Jones membawa seekor kelinci dalam jangkauan pandangan Peter namun pada jarak yang cukup jauh sehingga tidak membuat Peter merasa terganggu. Bersamaan dengan dibawanya Kelinci ini, Peter diberikan biskuit dan susu. Pada hari berikutnya, kelinci dibawa lebih dekat ke Peter saat Peter makan biskuit dan minum susu. Hingga pada akhirnya, Peter berhasil memegangan kelinci dengan satu tangannya, sedangkan tangan yang lain memegang biskuit yang ia kunyah.  Rasa senang yang ditimbulkan dari biskuit dan susu berlawanan/ bertentangan dengan rasa takut yang disebabkan kelinci, dan rasa takut Peter kemudian hilang/ padam melalui counterconditioning.

2. Menghilangkan rasa takut dengan darah dengan cara memberikan segala sesuatu baik makanan, mainan, benda yang berwarna merah yang bisa membuat dia senang, seperti membawakan kue berwarna merah, memberikan maiman berwarn amerah, akhirnya lambat laun rasa takut terhadap darah berkurang.

Higher Order Conditioning

Yaitu CS yang kuat yang dipasangkan dengan NS. CS yang kuat merupakan bagian dari UCS dan selanjutnya akan menjadi CS yang kedua.

Contoh:

1. hujan deras + kilatan cahaya + Guntur menjadi takut (tutup telingga)

Conditional Emotional Respond

Yaitu reaksi emosional yang terbentuk karena adanya classical conditioning.

Contoh:

1. Ketakutan akan anjing karena pernah digigit,

2. Ketakutan dengan dokter

Vicarious Conditioning

Yaitu reaksi emosional karena melihat di sekitarnya merasakan hal yang sama.

Contohnya:

1. Anak-anak SD yang mendapatkan imunisasi, ketika melihat teman-temannya menangis setelah mendapatkan imunisasi, maka akhirnya dia akan menangis juga meskipun belum diimunisasi.

Biological Preparedness

Yaitu kecenderungan hewan untuk belajar dari asosiasi tertentu, seperti rasa & bau, dengan membandingkan rasa tersebut untuk mempertahankan diri.

Contoh:

1. Hewan akan menghindari makanan yang rasa dan baunya sama dengan makanana yang pernah membuatnya sakit.

2 Responses

  1. Handout perkuliahan dikopi semua di sini?😀

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: